Paket
Fasilitas
Galeri
Chat me
Dua Pilihan Hidup Antara Taat dan Maksiat

Dua Pilihan Hidup Antara Taat dan Maksiat

Hidup itu diantara 2 pilihan antara Taat dan Maksiat –  Dalam kehidupan di dunia ini tentu selalu ada benar dan salah. Kita selalu bijak dalam memilih antara beberapa pilihan yang nantinya pilihan tersebut yang akan menentukan apakah kita benar dalam memilih atau justru salah.

Dalam Agama Islam, kita telah memiliki Al – Qur’an sebagai pedoman hidup. Sehingga sungguh kita harus bersyukur. Dengan adanya Al – Qur’an dan mempelajarinya, kita akan mampu untuk selalu berada dalam jalan kebenaran. Namun sering kali umat Agama Islam mengingkari apa yang ada dalam Al – Qur’an. Sehingga dalam Agama Islam disebutkan hidup itu antara dua pilihan, yakni Taat atau Maksiat. Jika kita mampu untuk terus berpedoman Al – Qur’an serta sunah – sunah dan ajaran Rasul. Maka kita akan dianggap sebagai muslim yang taat. Namun bila kita mengingkarinya maka maksiat yang akan menjadi output dari pengingkaran itu.

Baca Juga: Biaya Umroh 2023 Harga Terbaru

Hal tersebut tinggal bagaimana kita mampu bijak dalam berbuat. Sudah jelas perintah untuk bertakwa pada-Nya adalah mutlak. Maka seandainya harus memilih, mau tidak mau kita harus taat pada-Nya. Hal ini jika kita ingin termasuk menjadi golongan hamba-Nya yang bertakwa. Jadi pilihan mutlak itu harus benar – benar ditegakkan. Karena pada dasarnya maksiat bukanlah pilihan. Namun kita tersesat dari apa yang sebenarnya benar. Hal ini dipengaruhi adanya siasat licik setan untuk menjerumuskan manusia dalam dosa.

Sebenarnya dalam hidup ini Allah SWT tidak butuh ketaatan kita. Kitalah yang butuh untuk taat pada-Nya. Hal ini sebagai bentuk investasi kehidupan yang baik kelak di akhirat. Mirisnya banyak sekali yang lalai akan hal ini. Banyaknya aturan dan ketentuan dalam Agama Islam. Manusia seakan sombong dan menganggap bahwa Allah SWT butuh ketaatannya. Padahal ketaatan kita tak berarti apa – apa bagi-Nya. Hal ini demi kepentingan kita sendiri agar di akhirat bisa menggapai surga-Nya. Lalu orang – orang yang lalai tersebutlah yang memilih jalan kemaksiatan.

Informasi Lengkap Paket Umroh

Di KBIH Nurul Hayat Travel ini difokuskan untuk berkomitmen “Memberi kemudahan berhaji dan berumroh sejak Anda niat”. Layanan ini tidak ber-orentasi pada keuntungan (non profit). Didukung dengan SDM, infrastruktur, fasilitas dan jaringan yang cukup memadai sehingga KBIH Nurul Hayat bisa memberikan layanan yang cukup maksimal kepada calon jamaah haji dan umroh yang bergabung didalamnya. KBIH Nurul Hayat adalah Layanan dari Yayasan Nurul Hayat yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat.

Travel Umroh Nurul Hayat

Obat Hati Dengan Mengingat Allah

Obat Hati Dengan Mengingat Allah

Obat Hati Dengan Mengingat Allah – Manusia lahir dengan hati yang bersih, namun seiring berjalannya waktu hati manusia dapat tercemar oleh penyakit. Penyakit ini kemudian bisa disebut sebagai dengan penyakit hati. Penyakit hati dapat berupa seperti. rasa iri, dengki, takabbur dan lain sebagainya. Penyakit hati tersebut jika dibiarkan begitu saja hingga berlarut-larut akan merusak hati dan keimanan seseorang. Untuk dapat menyembuhkan penyakit hati tersebut, tentunya membutuhkan suatu obat.

Obat hati dalam Islam adalah suatu yang bisa mengobati penyakit hati dan yang merusak hati atau perasaan seseorang. Tentunya obat tersebut akan membantu seseorang menjadi lebih baik dan tidak akan lagi memikirkan dan merasakan hal buruk sehingga akan bisa beribadah dengan baik. Dengan demikian pentingnya hati seorang muslim, karena itu penyakit hati haruslah diobati. Umar Radiyallahu ‘Anhu Berkata,

” Hendaknya kalian mengingat Allah karena mengingat Allah adalah obat, dan berhati-hatilah kalian dari mengingat manusia karena mengingat manusia adalah penyakit.” (Az-Zuhud Lil Imam Ahmad Halaman 124).

Setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti meyakini bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketenangan jiwa yang sesungguhnya adalah berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, membaca Al-Qur’an, berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang rupawan, dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS ar-Ra’du: 28).

Baca juga : Umrah Reguler 2023

Ketika hati sedih, gundah, resah, bingung, sakit, tak ada cara dan jalan lain selain mengingat dan mengembalikan semuanya kepada Allah. Mengingat Allah adalah bagaimana kita bisa kembali pada kesadaran dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Zat yang memungkinkan semua perkara, baik itu perkara membahagiakan atau menyedihkan, terjadi. Mengingat Allah berarti menuntut diri ini untuk terus mempercayai Allah bahwa setiap perkara yang terjadi atas hidup seorang hamba adalah atas izin Allah. Mengingat Allah berarti menyadari bahwa selalu ada pelajaran bagi yang mau memahami arti di balik semua peristiwa yang menimpa seorang hamba agar tidak kembali mengulang kesalahan yang sama. Mengingat Allah berarti mempercayai bahwa musibah selalu datang bersama jalan keluarnya dan penyakit selalu bertamu bersama dengan obatnya.

Amalan Yang Dianjurkan Saat Terjadi Gerhana

Amalan Yang Dianjurkan Saat Terjadi Gerhana

Amalan Yang Dianjurkan Saat Terjadi Gerhana –  Hari ini, pada tanggal 8 November 2022 telah terjadi Gerhana Bulan Total yang merupakan peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Saat terjadi gerhana bulan atau Khusuful Qamar, kaum muslimin dinajurkan untuk melakukan beberapa amalan kebaikan, diantaranya menyegerakan shalat gerhana, memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah serta bentuk ketaatan lainnya. Hal ini seperti yang disampaikan dalam beberapa hadist yang salah satunya sebagai berikut,

Jika kamu melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, takbir, berdoa, dan bersedekah.” (HR.Bukhari, no.1044)

Selain itu, keutamaan untuk menyegerakan shalat saat melihat gerhana juga memberi makna bahwa gerhana mengingatkan kita tentang tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menakuti hamba-Ny, seperti yang disampaikan dalam hadist Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut.” (HR. Muslim, no. 901)

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya. Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama.

Baca juga : Paket Umrah November

Berikut merupakan tata cara Shalat Gerhana secara ringkas :

  1. Niat di hati
  2. Takbiratul ihram adalah mengucapkan takbir seperti shalat biasa.
  3. Membaca doa istifah dan ta’awudz, kemudian membaca Al Fatihah dan membaca surat panjang (seperti Al Baqarah) sambil membaca (keras, tidak pelan) seperti yang ditemukan dalam hadits Aisyah: “Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian , membacakan bacaannya saat shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
  4. Kemudian membungkuk sambil memanjangkannya.
  5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
  6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
  8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
  9. Kemudian sujud dengan panjang yang sama dengan ruku’, kemudian duduk di antara dua sujud dan kemudian sujud lagi.
  10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  11. Tasyahud
  12. Salam.
  13. Setelah itu, imam menyampaikan khutbah kepada jemaah yang berisi anjuran dzikir, shalat, ampunan, sedekah, dan pembebasan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqh Sunnah, 1:438)
Antara Nikmat Dan Adzab Pada Angin

Antara Nikmat Dan Adzab Pada Angin

Antara Nikmat dan Adzab pada Angin – Angin bertiup mengikuti perintah dan atas seizin Allah. Angin tidak akan datang ataupun  pergi baik di waktu pagi atau sore kecuali atas seizin Allah, zat yang mengatur dirinya. Sekali lagi, angin merupakan makhluk yang diatur dan diperintah. Terkadang ia datang membawa kabar gembira dan rahmat Allah, namun di waktu yang lain ia juga membawa adzab dan hukuman Allah.

Angin adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Dengan angin, kita sebagai hambaNya mengetahui betapa agunya Allah sebagai zat yang mengatur angin. Dalam angin terdapat pelajaran dan nasihat yang sangat berharga serta tanda kekuasaan yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan sang pencipta.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS ar Rum: 46).

Antara Nikmat dan Adzab pada Angin

Angin terkadang juga menjadi hukuman dan siksaan, di samping terkadang menjadi nikmat dan rahmat. Itu semua terjadi dengan perintah Allah. Angin datang membawa adzab yang menjadi sebab mati dan hancurnya manusia, tetumbuhan dan berbagai binatang. Hal ini terjadi sebagai hukuman Allah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh orang yang mau mengambil pelajaran. Di antaranya adalah kisah yang Allah ceritakan dalam al Qur’an tentang hukuman yang Allah berikan kepada kaum ‘Aad yang merupakan kaum Nabi Hud. Allah hancurkan mereka dengan angin.

Dalam sebuah hadits yang sahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mencaci maki angin dengan alasan bahwa angin itu sekedar makhluk yang diatur dan diperintah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci angin karena angin itu diperintah”.

Baca juga : Umrah Liburan Tahun Baru 2023

Dalam sahih Muslim, ketika angin bertiup kencang, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah sesungguhnya aku meminta kebaikan angin ini dan kebaikan yang dibawanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini dan keburukan yang dibawanya”.

Agen Travel Umroh Surabaya terpercaya dengan pembimbing terbaik, menjadikan perjalanan ibadah Anda lebih bermakna.

Nomor Izin U.491 Tahun 2021

Email
admin@nhumroh.com

Follow Kami :
Lokasi

Head Office
Perum IKIP Gunung Anyar B48, Surabaya

Copyright © 2022 PT Nur Hamdalah Prima Wisata