Gua Hira, Jantung Spiritualitas Islam: Mengintip Sejarah dan Maknanya

Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad menerima wahyu dari Tuhan yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Muhammad menyendiri dari masyarakat Arab yang pada saat itu masih mempraktikkan agama Polities Arab.

Gua Hira terletak di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.

Sejarah

Pada tanggal 17 Ramadhan yang bersamaan dengan 6 Agustus 610 Masehi menurut Ibnu Sa’ad dalam Al-Thabaqat Al-kubra, Nabi Muhammad secara resmi diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Saat peristiwa tersebut, usianya sekitar 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut kalender Qamariyah atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut almanak Syamsiyah. Meskipun tidak membahas proses pengangkatannya.

Salah satu tujuan ziarah yang paling diminati oleh para jamaah haji dan mereka yang berumrah adalah Gua Hira , terletak di Jabal Nur (Gunung Cahaya) . Jabal Nur terletak sekitar 6 km ke utara Masjidil Haram. Di sekitar 5 m dari puncak gunung, terdapat sebuah lubang kecil yang dikenal sebagai Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW. menerima wahyu pertamanya.

Puncak Jabal Nur memiliki ketinggian sekitar 200 m, dikelilingi oleh gunung, batu-batu bukit, dan jurang. Gua Hira terletak di belakang 2 batu raksasa yang sempit dan dalam, dengan lubang kecil di bagian ujung kanan yang memungkinkan pandangan ke arah Makkah. Menuju puncak gunung memerlukan waktu lebih dari 1 jam dengan medan sulit dan tanpa tangga. Tangga baru muncul 3/4  perjalanan, dengan medan yang lebih ringan mendekati puncak.

Pintu Gua Hira memiliki tulisan Ghor Hira dengan cat warna merah, di atasnya terdapat 2 ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira berukuran sekitar 3 m panjang, satu setengah meter lebar, dan dua meter tinggi. Luasnya hanya cukup untuk shalat 2 orang. Di bagian kanan gua terdapat teras batu untuk shalat dalam keadaan duduk.

Gua Hira dianggap sebagai tempat yang ideal bagi Nabi Muhammad untuk bertahannuts. Suasana tenang di sana jauh dari keramaian kota Makkah menjadi pertimbangan penting bagi beliau.

Gua Hira telah menjadi destinasi wisata terkenal di Arab Saudi. Setiap tahun, banyak jamaah haji mengunjungi Gua Hira untuk melakukan ziarah. Lokasinya terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, di kawasan Hejaz.

Perjalanan dari Jabal Nur menuju Gua Hira membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan rute melibatkan pendakian melalui jalur berbatu dan penurunan curam setelah mencapai puncak Jabal Nur.

Gua Hira memiliki ukuran yang terbatas, dengan lebar 1,6 meter dan panjang 3,7 meter, terletak pada ketinggian 270 meter di punggung Jabal Nur.

Gua ini hanya mampu menampung sekitar 4 orang. Dari dalam gua, pengunjung dapat menikmati pemandangan Masjidil Haram dari kejauhan, setelah melewati perjalanan mendaki dan menuruni tebing.

 

source:wwwwikipediA.com