Tips Agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Tips Agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Agar Tidak Tersesat MasjidilHaram – Dari waktu ke waktu ada fenomena yang terus berulang: jemaah haji tersesat di Masjidil Haram. Simak tips berikut ini agar Anda atau keluarga Anda tidak nyasar di masjid suci.

1. Hafalkan pintu masuk
Ada 36 pintu masuk (dan jumlahnya terus bertambah karena ada perluasan) di Masjidil Haram. Bentuk satu pintu dan lainnya sama persis.
Jemaah harus menghafalkan pintu masuk. Dalam kondisi normal pintu masuk bisa diakses sekaligus untuk pintu keluar. Bisa dengan mengingat nama pintu maupun nomornya.
Rata-rata jemaah haji Indonesia tersesat itu karena lupa pintunya. Masuk lewat mana keluar lewat mana

2. Manfaatkan Zamzam Tower
Zamzam Tower di samping Masjidil Haram/MCH 2018
Zamzam Tower atau yang memiliki nama asli Abraj Al Bait bisa menjadi alat bantu untuk menentukan arah. Zamzam Tower yang begitu menjulang dengan tinggi 601 meter itu posisinya tepat di depan pintu King Abdul Aziz.
Saat semua pintu Masjidil Haram terlihat begitu mirip, menengok ke atas dan melihat Zamzam Tower bisa menjadi patokan arah pulang. Lebih baik sejak masuk dari awal, jemaah masuk lewat pintu King Abdul Aziz dan keluar di pintu yang sama.

3. Datangi Petugas Sektor Khusus
Selama musim haji, di Masjidil Haram terdapat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bekerja selama 24 jam di masjid suci tersebut. Petugas berjaga di empat titik penting yakni: zona tawaf, area antara zona tawar dan sai, bukit marwah yang merupakan tempat berakhirnya sai dan sekitaran pintu King Abdul Aziz.

Agar Tidak Tersesat MasjidilHaram – Para petugas sektor khusus ini mengenakan seragam lengkap dan rompi dengan tulisan ‘Petugas Haji Indonesia Tahun 2018.’ Petugas sektor khusus yang dilengkapi alat komunikasi ini nantinya bisa mempertemukan jemaah dengan rombongannya, mengantar ke terminal bus sholawat atau bahkan mengantar sampai ke pemondokan.

4. Pergi Berombongan
Pergi sendirian membuat potensi kesasar lebih tinggi. Dengan pergi sendirian, tidak ada teman yang bisa diajak bersama-sama mengingat rute. Pun ketika ‘harus’ nyasar, psikologis jemaah yang tersasar bersama-sama dengan teman-teman lainnya pun cenderung lebih baik ketimbang kesasar sendiri yang berpotensi tinggi menimbulkan kepanikan.

5. Bawa Sandal
Ini tips untuk kategori sangat darurat namun kerap terjadi: jemaah bisa keluar Masjidil Haram namun tidak bisa menemukan alas kakinya karena keluar tidak di pintu yang sama. Kebanyakan jemaah akan memaksakan diri untuk ke terminal bus sholawat atau ke pemondokan dengan kaki telanjang. Ini sangat berbahaya karena kaki jemaah bisa melepuh.

Oleh karena itu, jemaah diminta untuk senantiasa membawa alas kaki melekat. Bisa dengan memanfaatkan tas khusus untuk menampung sandal.

Baca juga artikel Tips membayar zakat mal: Cara Menghitung Zakat Mal yang Praktis

Menjaga Kesehatan Ibadah Haji

Menjaga Kesehatan Ibadah Haji

Menjaga Kesehatan Ibadah Haji – Menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan kesehatan bagi peserta jamaah haji bertujuan agar seluruh rangkaian ibadah haji bisa berjalan dengan lancar. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan prima, Anda akan lebih mampu beradaptasi dengan cuaca dan kondisi di Arab Saudi yang tentu berbeda dengan di Indonesia.

Persiapan Kesehatan Sebelum Keberangkatan

Secara formal, persiapan kesehatan untuk ibadah haji biasanya dimulai 2 tahun sebelum keberangkatan. Sebagai peserta jamaah haji dari Indonesia, Anda diwajibkan untuk mengikuti serangkaian persiapan yang telah diatur oleh pemerintah.

Berikut adakah beberapa persiapan terkait kesehatan yang pelru Anda lakukan sebelum berangkat ibadah haji:

  1. Buat catatan kesehatan pribadi

Membuat catatan kesehatan pribadi sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan selama beribadah. Catatan kesehatan ini bisa berisi jenis alergi yang dimiliki, penyakit bawaan yang dialami, serta obat-obatan apa saja yang dikonsumsi.

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Pemeriksaan kesehatan merupakan tahap wajib yang dilakukan calon jamaah haji. Ada 2 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, yaitu pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan penunjang yang meliputi pemeriksaan darah lengkap,  tes kehamilan, rontgen, pemeriksaan urine, dan elektrokardiografi (EKG).

Saat menjalani pemeriksaan fisik, Anda bisa memberikan catatan kesehatan pribadi yang telah dibuat sebelumnya. Dengan begitu, dokter akan mengetahui kondisi kesehatan Anda dan bisa memberikan saran maupun bekal ilmu terkait pola aktivitas yang perlu dijaga, pantangan makanan, hingga resep obat-obatan yang mungkin perlu dibawa.

  1. Terapkan pola hidup sehat

Rangkaian ibadah haji akan menguras banyak tenaga, sehingga penting bagi calon jamaah untuk mempersiapkan kesehatan fisiknya sejak jauh hari. Olahraga bisa dimulai kapan saja, tapi lebih cepat lebih baik. Lakukan setidaknya olahraga ringan tetapi rutin, seperti jalan kaki atau bersepeda, selama 30 menit setiap hari.

Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk menjaga berat badan. Kenaikan berat badan yang terlalu cepat bisa berbahaya bagi tubuh Anda. Selain itu bobot badan yang lebih berat juga bisa membuat Anda lebih cepat lelah selama beribadah.

  1. Lakukan vaksinasi

Vaksinasi sebelum menunaikan ibadah haji merupakan salah satu syarat wajib. Vaksin meningokokus wajib dilakukan untuk menghindari wabah penyakit meningitis meningokokus yang pernah terjadi.

Vaksin tambahan yang dianjurkan sebelum berangkat haji adalah vaksin influenza, vaksin hepatitis A, vaksin hepatitis B serta vaksin tifoid dan pneumokokus. Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2–3 minggu sebelum keberangkatan dan paling lambat 10 hari sebelumnya.

  1. Persiapkan obat-obatan dan perawatan kulit

Meski penyelenggara ibadah haji juga menyediakan obat-obatan, Anda dianjurkan untuk tetap membawanya sendiri sesuai kebutuhan, terutama obat dari dokter yang harus dikonsumsi secara rutin. Pastikan jumlah obat mencukupi waktu tinggal Anda di sana.

Selain itu, cuaca yang panas dan terik di Arab Saudi sangat mungkin membuat kulit Anda kering bahkan rusak, sehingga Anda dianjurkan untuk selalu mengoleskan tabir surya dan pelembap kulit di sana. Oleh karena itu, jangan sampai lupa membawa kedua perawatan ini.

  1. Istirahat yang cukup

Faktanya, stres adalah salah satu kondisi yang banyak dirasakan oleh peserta ibadah haji. Padahal, stres dapat membuat daya tahan tubuh berkurang, sehingga Anda bisa jadi lebih mudah sakit.

Oleh karena itu, usahakan untuk selesai menyiapkan semua keperluan Anda setidaknya 1 minggu sebelum keberangkatan. Mendekati hari keberangkatan ibadah haji, Anda harus meluangkan banyak waktu untuk beristirahat dan menghindari stres. Selain kesehatan fisik, Anda juga harus mempersiapkan kesehatan mental.

Menjaga Kesehatan Selama Ibadah Haji

Setiba di tanah suci, tetap berhati-hati menjaga kesehatan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Simpan obat-obatan pribadi Anda di tas yang mudah Anda raih. Sertakan pula surat keterangan dokter untuk berjaga-jaga apabila ada petugas beacukai yang menanyakan obat-obatan tersebut.
  • Cukupi kebutuhan air minum karena cuaca di sana lebih panas dan bisa membuat Anda dehidrasi.
  • Gunakan krim yang mengandung tabir surya setiap beraktivitas. Ulangi pemakaian setiap 2 jam atau sehabis berwudhu.
  • Selalu jaga kebersihan dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
  • Hindari berbagi alat-alat pribadi, seperti pisau cukur atau sikat gigi, bergantian dengan orang lain, sebab alat-alat ini memungkinkan terjadinya penularan penyakit melalui darah, seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.
  • Perhatikan makanan yang Anda konsumsi. Hindari makan makanan yang terbuat dari susu mentah atau daging yang belum matang sempurna.
  • Jangan lupa untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa bila ingin membeli makanan atau minuman kemasan.

Sebagai upaya mencegah penularan penyakit, Anda juga disarankan untuk memakai masker selama beribadah, tutup mulut dan hidung ketika sedang batuk atau bersin, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta hindari kontak dengan hewan.

Dengan melakukan persiapan dan cara menjaga kesehatan saat ibadah haji, diharapkan Anda bisa menjalani ibadah dengan maksimal dan terhindar dari penyakit.

Hal yang perlu diperhatikan juga bila memang Anda merasakan suatu gejala kesehatan, seperti pilek dan flu, sesak napas, apalagi demam selama berada di sana, konsultasikan dengan dokter dari penyelenggara ibadah haji, sehingga Anda bisa mendapat pengobatan yang aman dan tepat.

Untuk kemudahan anda dalam berzakat mal bisa baca artikel berikut: Cara Menghitung Zakat Mal yang Praktis

Tips Mengelola Keuangan Untuk Haji

Tips Mengelola Keuangan Untuk Haji

Mengelola Keuangan Untuk Haji – Bekerja tanpa punya target yang harus dicapai bagaikan layang-layang putus tak tentu arahnya. Jika kamu kini sudah memiliki pekerjaan yang mapan, segeralah mengatur keuangan. Alokasikan untuk biaya hidup, tabungan investasi dan simpanan naik haji bagi yang telah terpanggil ke Tanah Suci.

Mengelola Keuangan Untuk Haji – Sebagai umat muslim, pergi ke tanah suci menjadi sesuatu yang didambakan. Tak heran, banyak orang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi menjalankan ibadah haji. Butuh planning yang matang. Apalagi buat generasi milenial saat ini. Cara mudah untuk mempersiapkan daftar haji yaitu dengan mempersiapkan tabungan haji sejak dini.

Memang, awalnya pasti tidak mudah untuk menerapkannya. Perilaku konsumtif yang tinggi membuat banyak anak muda sulit untuk membuat rencana keuangan yang matang. Sehingga tak sedikit dari mereka berpikir bahwa menabung itu sulit. Padahal tidak sesulit yang dibayangkan, kamu dapat mengikuti sejumlah tips menabung berikut.

Mulai Prioritaskan Pengeluaran

Niat saja tak cukup jika tidak dibarengi dengan tekad. Jika kamu mempunyai keinginan yang kuat untuk pergi haji, jadikan hal itu sebagai prioritas. Jangan tergoda memakai uang tabungan untuk hal yang sekiranya tidak perlu, seperti berbelanja, nongkrong, dan lainnya. Tanpa niat dan tekad yang kuat, tentu akan sulit bagi kamu untuk mengumpulkan dana haji, mulai sekarang waktunya kamu melakukan pengaturan keuangan yang benar. Buat skala prioritas pengeluaran setiap bulannya agar gaji tak habis sia-sia. Hapus pengeluaran yang nggak terlalu penting dan alokasikan dananya untuk menambah tabungan.

Bikin Catatan Keuangan

Perencanaan keuangan sudah menjadi ilmu mutlak dan dibutuhkan. Membuat catatan keuangan mungkin terdengar sepele, tapi cara ini sangat membantu kamu agar bisa berhemat. Kamu dapat memantau pemasukan dan pengeluaran secara jelas. Selain itu, kamu juga lebih mudah mengatur arus kas, menekan nafsu keinginan, fokus pada kebutuhan, punya sisa uang bulanan, dan lainnya. Siapkan buku catatan kecil untuk mulai mencatat semua hal yang berkaitan dengan keuanganmu. Kalau nggak mau ribet, kamu bisa download berbagai aplikasi money manager yang tersedia di Playstore atau App Store. Alokasikan dana khusus untuk daftar haji.

Ketahui Kemampuan dan Kondisi Keuangan

Pergi ibadah haji memang butuh biaya yang tak sedikit. Tapi ingat, harus disesuaikan dengan kemampuan finansial mu juga. Tidak baik memaksakan diri untuk menabung semua uang yang kamu miliki. Kamu pun bisa merasakan kesulitan keuangan nantinya. Sebelum membuat perencanaan dan tabungan haji, alangkah baiknya untuk memastikan bahwa kamu memiliki uang yang cukup. Jika masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan keperluan mendadak lainnya, jangan dipaksakan.

 Siapkan Tabungan Khusus Naik Haji

Demi bisa mewujudkan niat haji yang begitu kuat di dalam hati, tak ada salahnya kamu mulai mempersiapkan tabungan khusus berangkat haji. Buat rekening khusus dana haji dan setor rutin setiap bulannya setelah gajian, sebelum menganggarkan pengeluaran yang lain. Cara ini bisa membantu agar dana haji bertambah secara rutin setiap bulannya, sehingga keinginan untuk mewujudkan naik haji di usia muda dapat terlaksana. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, secara perlahan impian naik haji pun ada di genggaman, bukan? Selamat menunaikan ibadah haji, ya!

 

Ketentuan Haji Umrah Indonesia

Ketentuan Haji Umrah Indonesia

Ketentuan Haji Umrah Indonesia – Pemerintah telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang  (RUU) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang menjadi tonggak sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, melalui 12 perbaikan tata kelola. RUU ini telah disahkan sebagai undang-undang.

Ketentuan Haji Umrah Indonesia  – 12 perbaikan tata kelola yang menjadi pembeda dari UU No. 13 Tahun 2008 yakni Pertama, prioritas keberangkatan bagi jemaah haji lanjut usia yang berusia paling rendah 65 (enam puluh lima) tahun. Kedua, adanya perlindungan dan kemudahan mendapatkan pelayanan khusus bagi Jemaah Haji penyandang disabilitas. Ketiga, pelimpahan porsi keberangkatan bagi jemaah haji yang telah ditetapkan berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun berjalan kepada suami, istri, ayah, Ibu, anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk dan/atau disepakati secara tertulis oleh keluarga.

Keempat, pelimpahan porsi jemaah haji dalam daftar tunggu (waiting list) yang meninggal dunia atau sakit permanen kepada suami, istri, ayah, Ibu, anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk dan/atau disepakati secara tertulis oleh keluarga. Kelima, jaminan pelindungan bagi jemaah haji dan umrah sehingga  terhindar dari perbuatan melawan hukum baik penelantaran atau penipuan dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau penyelenggaraan ibadah haji khusus. Keenam, adanya kepastian hukum dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan evaluasi pelaksanaan umrah. Berupa wewenang kepada Menteri untuk membentuk tim koordinasi pencegahan, pengawasan, dan penindakan permasalahan penyelenggaraan Ibadah Umrah.

Ketujuh, adanya pengaturan tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil guna melakukan penyidikan tentang adanya tindak pidana yang menyangkut Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Kedelapan, jaminan kepastian hukum bagi penyelenggaran perjalanan ibadah umrah, penyelenggaran perjalanan ibadah haji khusus dan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah dalam hal perizinan yang bersifat tetap dengan mekanisme pengawasan melalui akreditasi dan pemberian sanksi administratif.

Kesembilan, adanya pengaturan yang memberikan kemudahan pengurusan pengembalian uang bagi jemaah haji meninggal dunia, membatalkan keberangkatannya, atau dibatalkan keberangkatannya. Kesepuluh, sistem pengawasan yang komprehensif, berupa keharusan Penyelenggara Umrah untuk memiliki kemampuan manajerial, teknis, kompetensi personalia, dan kemampuan finansial untuk menyelenggarakan Ibadah Umrah yang dibuktikan dengan jaminan bank berupa garansi bank atau deposito atas nama biro perjalanan wisata.  Kesebelas, pengaturan pelayanan akomodasi dan pentingnya partisipasi masyarakat melalui KBIHU dalam mendukung kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah. Kedua Belas, untuk memastikan pemberian pelayanan, pemberian jaminan keberangkatan serta kepulangan Jemaah, adanya pemberian sanksi bagi penyelenggara perjalanan Umrah dan Haji Khusus yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya

 

Sejarah Haji Dan Umroh Di Zaman Rasulullah

Sejarah Haji Dan Umroh Di Zaman Rasulullah

Sejarah Haji Dan Umroh Di Zaman Rasulullah-

Sebagai kaum muslim, sangat penting bagi kita untuk mengetahui kisah umroh dan haji Nabi Muhammad SAW. Haji dan umroh sendiri merupakan dua ibadah yang sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Pelaksanaannya pun telah dituntunkan secara lengkap oleh Nabi Muhammad SAW dan kini kita tinggal mengikuti tata cara yang telah beliau sampaikan. Berikut ini adalah ulasan mengenai sejarah pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Awal Ibadah Haji

Sejarah Haji Dan Umroh Di Zaman Rasulullah-Awal mula pelaksanaan ibadah haji tak bisa dipisahkan dari sejarah hidup keluarga Nabi Ibrahim AS. Sejarah pembangunan Ka’bah sendiri memang identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Mereka berdua diberi mandat secara langsung oleh Allah SWT untuk mendirikan Ka’bah. Setelah itu, Allah SWT menyerukan pada keduanya untuk melaksanakan ibadah haji dengan cara mengelilingi Ka’bah dan melaksanakan serangkaian ibadah di tempat tersebut.

Sayangnya, fungsi Ka’bah sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji sebagaimana yang telah Allah perintahkan pada Nabi Ibrahim dan Ismail AS, justru malah dijadikan sebagai tempat penyembahan berhala oleh generasi pra-Islam. Masyarakat Arab pada masa jahiliyah biasa menyembah berhala, seperti Al-Uzza, Al Latta, Manah, dan Hubal. Karena itulah, Baitullah (rumah Allah) oleh mereka dijadikan tempat seagai penyembahan berhala-berhala tersebut.

Setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, beliau membawa perubahan yang begitu besar terhadap fungsi Ka’bah. Beliau berusaha untuk mengembalikan fungsi Ka’bah sebagaimana tujuan pembangunan semula yang dirintis oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, yakni menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan bagi umat Islam.

Meski telah diangkat sebagai Nabi dan Rasul, tidak serta merta Nabi Muhammad SAW dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau harus menunggu hingga tahun ke -10 Hijriyah untuk bisa menjalankan ibadah haji bersama kaum muslimin. Karena itulah, kisah umroh dan haji Nabi Muhammad harus kita pelajari agar kita dapat meneladani kisah perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemenangan umat Islam atas kota Mekkah dan menguasai Baitullah sehingga akhirnya dapat melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Kisah Umroh Nabi Muhammad

Sejarah Haji Dan Umroh Di Zaman Rasulullah-Nabi Muhammad SAW berencana melaksanan ibadah haji bersama 1500 sahabatnya ke Mekkah pada tahun 6 Hijriyah. Dari Madinah, mereka mengenakan kain ihram (kain putih tanpa jahitan) serta membawa unta untuk qurban. Namun perjalanan ibadah haji tersebut tidak dapat terlaksana karena Nabi dan para sahabatnya dihadang di Hudaibiyah oleh kaum kafir Quraisy. Kemudian di tempat tersebut mereka melakukan perundingan yang kini kita kenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian tersebut merugikan kaum muslimin karena pada tahun itu mereka dilarang untuk melaksanakan ibadah haji dan bisa datang kembali tahun depan untuk melaksanakan haji dengan waktu yang sangat terbatas, yaitu 3 hari saja.

Pada tahun 7 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah umroh ke Baitullah untuk pertama kali bersama dengan 2000 kaum muslimin. Di sana, Nabi beserta rombongan melakukan thawaf 7 putaran, melaksanakan shalat di maqam Ibrahim, minum air Zam-Zam, melakukan Sa’i dari Bukit Shafa ke Marwah, dan melakukan tahallul atau mencukur rambut.

Kisah Haji Nabi Muhammad SAW

Meskipun ada begitu banyak rintangan dari para pembenci Islam, akhirnya pada 8 Hijriyah, kaum muslimin berhasil menakhlukan kota Mekkah dengan mengalahkan kaum kafir Quraisy atau biasa dikenal dengan sebutan Fathu Makkah. Mereka pun berhasil menghancurkan berhala yang terdapat di sekitar Ka’bah dan berhasil mengembalikan fungsi Ka’bah seperti semula.

Pada tahun 9 Hijriyah, Rasulullah mengangkat Abu Bakar As-Shidiq sebagai Amirul Hajj untuk menyertai kaum muslimin melaksanakan ibadah haji. Pada saat itu Rasulullah tidak ikut melaksanakan ibadah haji karena masih terikat dengan perjanjian Hudaibiyah yang melarang beliau untuk masuk ke kota Mekkah.

Baru pada tahun 10 Hijriyah akhirnya Rasulullah dapat melaksanakan ibadah haji. Beliau merasa bahwa misi dakwahnya telah sempurna, karena itulah beliau merencanakan untuk melaksanakan haji yang terakhir atau haji Wada’ (haji perpisahan).

Muhammad Husain Haikal dalam kitabnya Hayat Muhammad menegaskan, pada tanggal 25 Dzulkaidah tahun kesepuluh  Hijriyah Nabi berangkat dengan membawa semua istrinya, masing-masing dalam kendaraannya.

Beliau berangkat dengan diikuti jumlah manusia yang begitu berlimpah para penulis sejarah ada yang menyebutkan 90.000 orang dan ada pula yang menyebutkan 114.000 orang. Mereka berangkat dibawa oleh iman, jantung mereka penuh kemuliaan, penuh keikhlasanm menuju ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji  besar.

Ketika mereka tiba di Dzulhulaifah, Nabi mendirikan kemah (tenda) hingga lewat tengah malam pada pagi harinya Nabi menyuruh seluruh jamaah haji mengenakan pakaian ihram dengan pakaian ihram inilah mereka menghadap Tuhan dengan derajat yang sama samabil bertalbiah yang diikuti oleh kaum muslimin di belakangnya.

Setelah memasuki kota Mekah, Nabi segera menuju ke Ka’bah untuk melaksanakan tawaf tujuh kali putaran, lalu nabi berdoa dimakam Ibrahim. Setelah itu Nabi keluar dari Masjidil Haram untuk melakuka sai (jalan setengah berlari) antara  bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Setelah ibadah sa’i terlaksana, Nabi membebaskan seluruh jamaah haji dari hal-hal yang dilarang selama ibadah haji berlangsung.

Pada tanggal 8 Dzulhijah, Nabi meninggalkan kota Mekah menuji ke Mina dan beliau bermalam di tempat tersebut. Setelah menunaikan shalat Subuh, Nabi menuju ke tanah Arafah dan di tempat ini kemudian beliau menyampaikn khutbahnya. Ada empat pesan penting yang terkandung dalam khutabah tersebut.

Pertama,nasihat untuk senantiasa mengabdi kepada Allah SWT. Kedua, nasihat agar menghargai harkat martabat para perempuan (istri-istri). Ketiga, nasihat supaya umat Islam senantiasa menjaga  ukhuwah islamiyah, dan yang keempat, terakhir ialah menjadikan agama Islam sebagai agama yang resmi, hal ini diungkapkan oleh Nabi setelah menerima wahyu terakhir:

“Pada hari ini  Aku sempurnakan agama-Ku untuk kamu sekalian dan telah aku sempurnakan pula nikmat-Ku untuk mu dan Aku rela Islam menjadi agamamu sekalian”. (Qs. Al-Maidah: 5).

Setelah Nabi Muhammad membaca ayat tersebut yakni surat al-Maidah ayat 5,  Nabi meninggalkan Arafah pada sore hari dan menghabiskan waktu malamnya di Muzdalifah. Pada hari berikutnya nabi menuji ke Masy’aril Haram lalu dilanjutkan ke Mina. Di sinilah Nabi menyembelih kurban 63 ekor unta masing-masing untuk 63 tahun usia Nabi, lalu nabi menggenapkan kurbannya menjadi 100 ekor unta.

Setelah itu Nabi Muhammad memotong sebagian rambutnya yang menandai kesempurnaan pelaksanaan ibadah haji. Dalam menjalankan haji wada ini, nabi menjelaskan secara praktis bagaimana umat Islam menjalankan kewajiban dalam ibadah haji.

Bagi Anda yang tertarik untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, kini telah hadir biro perjalanan haji dan umroh Nur Hamdalah

Nur Hamdalah perusahaan perjalanan haji dan umroh  yang telah terpercaya dan terjamin legalitas hukumnya sehingga Anda merasa tenang dan nyaman saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Nur Hamdalah, perusahaan perjalanan haji dan umroh yang selalu berkomitmen untuk melayani calon jamaah haji dan umroh dengan kualitas terbaik. Percayakan kebutuhan haji dan umroh Anda bersama Nur Hamdalah Nurul Hayat Group.

 

Umroh Surabaya Aturan Penyelenggaraan Tahun 2021

Umroh Surabaya Aturan Penyelenggaraan Tahun 2021

umroh surabaya

Umrah Surabaya – Di tengah pandemi Umroh dan Haji sudah dibuka kembali namun ada beberapa syarat dan ketentuan yang diterapkan oleh Arab Saudi sesuai protokol Covid 19. Berikut kami rangkum beberapa syarat dan ketentuan umroh dan Haji saat pandemi:

Cirebon (PHU)–Pandemi Covid-19 belum juga berakhir, ini sangat berpengaruh pada pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2021 mendatang. Dengan demikian persiapan untuk pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2021 tetap dilaksanakan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Prov. Jawa Barat, Ajam Mustajam, dalam kegiatan Diseminasi Pembatalan dan Pemberangkatan Haji yang digelar di Hotel Aston Kab. Cirebon, Jum’at (04/12).

Ajam mengungkapkan bahwa kuota haji normal Jawa Barat mencapai 38.752 Jemaah, dengan waktu daftar tunggu pemberangkatan rata-rata mencapai 20 Tahun.  Hingga saat ini pendaftar haji mencapai angka 800 ribu pendaftar, di mana usia pendaftar 60% di atas 50 tahun.

Ia menambahkan bahwa hasil dialog antara Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan terungkap bahwa dalam operasional penyelenggaraan haji selama masa pandemik terdapat mekanisme yang tidak dapat terlewatkan. Masa tinggal Jemaah haji selama di asrama haji yang pada masa normal hanya satu hari akan bertambah menjadi tiga hari. Hal ini dilakukan untuk pelaksanaan rangkaian pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan Jemaah haji yang diberangkatkan terbebas dari COVID 19.

Sebelum memasuki asrama haji, tambahnya, Jemaah haji diwajibkan untuk melaksanakan rangkaian pemeriksaan rapid test di daerahnya masing-masing. Jika hasilnya reaktif maka Jemaah tidak diperkenaan untuk memasuki asrama haji.

Penambahan waktu tinggal Jemaah haji di asrama haji tentunya akan menambah biaya operasional penyelenggaraan haji. Namun demikian, menurutnya, terkait dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji, akan dibahas anatara pemerintah dengan DPR RI.

Kegiatan diseminasi ini merupakan hasil dari inisiasi Komisi VIII DPR RI yang menangani salah satunya bidang keagamaan. Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPR RI, Selly Andriani Gantina, Plt Dirjen PHU Kemenag RI, Oman Faturachman, Kepala Kemenag Kab. Cirebon Mujayin serta yang hadir secara virtual. Kegiatan dihadiri pula oleh tokoh agama, KBIH, serta pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM).

Kehadiran Pengurus PGM dalam kegiatan tersebut, menurut, Selly, agar dapat memberikan kesadaran kepada para peserta didik mereka untuk berhaji pada usia muda. Sebagai penyempurna rukun Islam, pelaksanaan ibadah haji akan lebih mudah bila dilaksanakan pada usia muda, karena ibdah haji sangat menguras energi yang kuat..

Selly, yang pernah menjabat Plt. Wakil Bupati Cirebon mengungkapkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan umrah yang telah mulai berjalan. Setidaknya pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan tiga kali dekrit pelaksanaan umrah.

Dekrit pertama pada tanggal 4 Oktober 2020, di mana Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan pelaksanaan umrah yang hanya diikuti oleh 30% dari kuota normal, yaitu sekitar 6.000 jemaah umrah perhari.

Dekrit kedua pada tanggal 18 Oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi menaikannya menjadi 75% atau sekitar 17.000 perhari. Terakhir dekrit  ketiga pada tanggal 1 Nopember 2020 Pemerintah Arab Saudi membuka umrah untuk 100% kuota atau 60.000 jemaah perhari.

Selain itu, ia juga mengungkapkan skenario pemberangkatan haji yang akan diterapkan pada tahun 2021, yaitu pertama  apabila kondisi normal dan vaksin sudah ada, maka Jemaah haji akan diberangkatkan semua. sebagaimana mestinya kuota haji Indonesia pertahun mencapai 221.000 jemaah yang terdiri dari  203.000 jemaah haji reguler 17.000 untuk haji khusus dan sisanya untuk kuota lansia serta kuota lainnya.

Skenario kedua yaitu pemberangkatan Jemaah haji dengan jumlah setengah dari kuota yang tersedia. Usia Jemaah haji pun dibatasi antara 18 hingga 50 tahun.

Info seputar Umroh Surabaya

Kami siap membantu memberikan layanan terbaik kepada Anda mengenai info-info terbaru seputar umroh dan haji di Indonesia. Melayani juga produk oleh-oleh khas umroh haji import langsung dari arab saudi. Selengkapnya cek : https://wa.me/6289608005554

website: nhumroh.com